Tips Mendapatkan Anak Laki - Laki Atau Perempuan

Kamis, 02 Mei 2013



 Dari, dr. Rosdiana Ramli, SpOG

Anak Laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting sehat. Mungkin itu pendapat orang tua dulu, atau bagi mereka yang sulit mendapat anak. Tetapi untuk pasangan yang sudah dikaruniai anak, keinginan mereka adalah mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang sesuai harapan mereka. Pertanyaan pertama ibu-ibu  hamil yang datang ketempat praktik adalah jenis kelamin, terutama saat melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Sebagian besar dari pasien  berpendapat bahwa USG bertujuan untuk melihat jenis kelamin bahkan tidak jarang mereka akan berpaling ke dokter lain bila si dokter tidak berhasil melihat jenis kelamin. Sangat jarang pasien menanyakan hal-hal seperti : bagaimana posisi janin saya, bagaimana denyut jantung bayi saya, apakah ada kelainan pada janin saya, apakah berat badannya sesuai dengan usia kehamilan, dll. Ini menunjukan bahwa jenis kelamin merupakan sesuatu yang paling menarik perhatian pasangan suami istri.

Hadirnya anak laki-laki dan perempuan dapat melengkapi kebahagian sebuah keluarga dan tentu akan berpengaruh juga terhadap perkembangan sosial dan mental sang anak. Bila pasangan bisa mengatur jenis kelamin anakyang mereka rencanakan, secara tidak langsung dapat mendukung program keluarga berencana (KB). Banyak sekali pasien yang tidak mau ber-KB dengan alasan belum punya anak laki-laki atau sebaliknya, tidak peduli berapa anak yang sudah mereka miliki.

Disini saya akan mencoba membahas tentang pengaturan jenis kelamin anak. Tentu saja sebagai umat beragama kita semua menyadari bahwa masalah pengaturan jenis kelamin ini semua ditentukan oleh Tuhan YME, bahkan teori-teori (dan beberapa mitos) di bawah ini pun belum dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi tidak ada salahnya dicoba karena yang paling penting adalah : saya jamin tidak akan membahayakan ibu dan janin.

Sebelum kita mulai dengan program perencanaan jenis kelamin, pertama kita mengenal dulu dua jenis sperma yang menentukan jenis kelamin, yaitu sperma X dan sperma Y, Sperma Y yang membawa jenis kelamin laki-laki, dan sperma X untuk jenis kelamin perempuan. Sperma X dan Y mempunyai karakteristik yang berbeda :

1. Sperma X  :  Gerakannya lambat, tetapi masa hidupnya lebih panjang dan tahan lama
2. Sperma Y  :  Gerakannya cepat, lebih rentan, mudah rusak dalam lingkungan asam dan masa hidupnya lebih pendek.

Tips-tips berikut ini berdasarkan sifat kedua sperma diatas.
  • Waktu Berhubungan Intim
Jenis kelami laki-laki (sperma Y)

Karena sifat sperma Y yang mudah rusak oleh lingkungan asam, maka dianjurkan untuk berhubungan disaat ovulasi, misalnya sehari sebelum ovulasi. Cara menghitung masa subur atau waktu ovulasi bisa anda baca pada postingan sebelumnya disini. Saat ovulasi, lingkungan vagina menjadi basa (bukan basah ya bu/pa, mohon dibedakan. basa itu artinya bukan berada dalam kondisi asam. Jadi sekali lagi ini bukan salah ketik dan bukan berarti basah) sehingga menguntungkan sperma Y, dan gerakan sperma Y yang lebih lincah akan dengan cepat membuahi sel telur.

Jenis kelamin perempuan (sperma X )

Sebaliknya bila anda menginginkan anak perempuan, maka hubungan intim sebaliknya dilakukan tiga hari sebelum ovulasi, dan tidak berhubungan intim lagi sesudahnya,Sehingga saat ovulasi, sperma Y sudah mati dan hanya sperma X yang akan membuahi sel telur. Tetapi bila anda berhubungan lagi setelahnya, maka sperma Y baru yang akan membuahi sel telur, karna gerakannya yang cepat.
  • Posisi Berhubungan Intim
Jenis Kelamin Laki-laki

Sebenarnya, posisi apapun, prinsipnya adalah dapat memberikan penetrasi yang dalam sehingga mempercepat sperma Y mencapai sel telur. Ada beberapa sumber yang menganjurkan posisi doggy style adalah posisi terbaik untuk mempermudah pembuahan oleh spermaY. Tetapi posisi klasik misionaris pun bisa, dengan cara mengganjal perut wanita dengan bantal.

Jenis kelamin perempuan

Sama halnya dengan jenis kelamin laki-laki, posisi apapun asal penetrasi tidak terlalu dalam, karena sperma X yang mirip pelari marathon, lambat tetapi tahan lama, maka perjalanan sperma yang tidak terlalu cepat lebih menguntungkan sperma X karena sperma Y sudah lebih dulu mati sebelum mencapai tujuannya.
  • Orgasme
Jenis kelamin laki-laki

Saat orgasme, wanita juga mengeluarkan cairan yang membuat kondisi vagina menjadi lebih basa. Jadi, untuk membuat sperma Y tiba ditujuan dengan selamat sebelum sperma X, usahakan agar wanita mencapai orgasme lebih dulu dari pada pria. Memang jarang wanita dapat mencapai orgasme sebelum pria, mungkin hal ini yang menjelaskan mengapa jumlah wanita lebih banyak dari pada pria, karena lebih mudah mendapatkan anak perempuan daripada laki-laki.

Jenis kelamin perempuan

Sebaliknya, bila menginginkan anak perempuan, suami diperbolehkan orgasme sebelum istri, sehingga kondisi vagina yang masih asam diharapkan dapat membunuh sperma Y sebelum mencapai sel telur, dan hanya sperma X yang akan membuahi sel telur.
  • Makanan
Jenis kelamin laki-laki

Beberapa sumber berpendapat bahwa makanan yang mengandung natrium dan kalium dianjurkan bagi mereka yang menginginkan anak laki-laki. Kalium dan natrium banyak terdapat pada makanan yang asin, daging, ikan, nasi, sayuran, dan buah seperti pisang dan nanas. Walaupun hal ini belum terbukti secara ilmiah, tetapi ada literatur yang mengatakan keberhasilan metode ini dapat mencapai 80% bila diet dilakukan dengan ketat.

Jenis kelamin perempuan

Untuk anda yang ingin memperoleh anak perempuan, dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi kalsium dan magnesium. Karena kalsium dan magnesium  dipercaya dapat menarik sperma X. Sumber kalsium dan magnesium bisa anda dapatkan dari susu, sayuran (wortel, terong, bawang bombay, mentimun, seledri) serta buah apel, pir dan stroberi.

Metode lain

Selain tips-tips sederhana di atas ada beberapa cara lain untuk mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan. metode berikut lebih rumit dan membutuhkan biaya yang besar.

Inseminasi buatan

Inseminasi buatan dapat memberikan hasil yang lebih akurat. Pertama, sperma ditampung dalam gelas, kemudian sperma akan disaring dengan sebuah media khusus untuk memisahkan sperma X dan Y. Sperma yang telah dipisahkan ini, kemudian disuntikkan kedalam rahim istri yang sedang dalam masa subur, sesuai tipe sperma yang diinginkan, Keberhasilan metode ini 85% untuk jenis kelamin perempuan dan 80% untuk jenis kelamin laki-laki.

Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD)

PGD adalah metode yang terbaik karena tingkat keberhasilannya dapat mencapai 99%, tetapi prosedurnya lebih rumit. Pertama, embrio dibuat dilaboratorium dengan mempertemukan sperma dan sel telur, lalu dianalisis truktur sel dan DNA nya. Setelah embrio membelah diri, tiga sel dari embrio diambil dan dianalisis materi genetik serta DNA nya.

Setelah jenis kelamin embrio diketahui, embrio dengan jenis kelamin yang di inginkan kemudian dimasukkan kedalam rahim melalui prosedur bayi tabung (in vitro fertilization).

2 komentar:

  1. artikelnya bagus banget, mohon ijin share yah...

    BalasHapus
  2. Boleh saja dan saya harap anda menyertakan link dari artikel ini di blog anda

    BalasHapus